Pergumulan

Ini adalah sedikit catatan saya di tahun 2014 di platform blogspot (semoga bisa memberkati)

20 Februari 2014

Saya ingin membahas fenomena yang beberapa hari ini saya alami dan saya dikuatkan olehnya.
It’s called ‘trials’

Bahasa sederhananya adalah pencobaan, atau orang lain sering mengatakan pergumulan untuk lebih menjelaskan keadaannya. Dan aku ingin berbagi tentang apa yang aku dapat dari topik ini.

Sebelumnya, saya mau bagi satu penggal lirik lagu yang beberapa hari ini sangat memberkati saya.
Judulnya Blessings, ditulis dan dinyanyikan oleh Laura Story.

We pray for blessings, we pray for peace
Comfort for family, protection while we sleep
We pray for healing, for prosperity
We pray for Your mighty hand to ease our suffering

And all the while, You hear each spoken need
Yet love us way too much to give us lesser things

‘Cause what if your blessings come through rain drops
What if Your healing comes through tears
What if a thousand sleepless nights are what it takes to know You’re near
What if trials of this life are Your mercies in disguise

Lagu ini saya dengar kira kira setahun yang lalu di Surabaya.
Inti dari lagu ini adalah terkadang apa yang kita doakan, walau baik. Tuhan menjawab dengan cara-Nya sendiri. Dan itu kadang ga masuk akal kita.

Tapi mari belajar sama-sama.

Pertama, harus disadari bahwa semua yang ada, di bumi dan di alam semesta ini miliknya Tuhan. So, secara mutlak pun kita yang ciptaannya ini adalah milik Tuhan sepenuhnya.
Jadi, apakah pantas kita protes dengan semua yang kita alami? Jika semua (termasuk kita) adalah milik kepunyaan Tuhan. Ini adalah poin dasar yang harus ditanggapi sebelum membahas yang lain.

Yang kedua adalah, bahwa pergumulan itu sebenarnya cuma di pikiran dan hati kita kok. Pergumulan yang sama, bisa jadi berat bagi seseorang, tapi belum tentu berat bagi orang lain.
Contoh simple aja. Saya dulu juga terjebak dalam dunia yang tidak baik. Tapi setelah memutuskan untuk berhenti. Ya udah berhenti aja. Tapi ada beberapa orang yang sulit buat lepas di area itu. Bener kan? Intinya adalah jangan biarkan pikiran dan hatimu fokus ke pergumulan itu. (Harus diupayakan dan diselesaikan, tapi jangan menaruh hati disana).
Karena menurut pandanganku, pergumulan atau pencobaan itu cuma rasa nyaman yang diusik aja. Kenapa begitu, coba renungkan sendiri karena saya akan bahas di poin berikutnya.

Yang ketiga, mari kita ubah mindset tentang pencobaan/masalah/pergumulan itu bukan sebagai hal yang negatif. Tapi bagaimana itu sebagai sarana kita belajar, salah satu tujuannya adalah belajar keluar dari rasa aman dan nyaman kita.
Analogi yang bisa menggambarkannya itu begini. Sekarang banyak anak sekolah dari SD-SMA bahkan yang sudah kuliah pun, mencari pelajaran tambahan. Oke, jadi udah belajar di sekolah/kampus harus belajar lagi. Itu mengusik rasa nyaman mereka sebenarnya. Bisa dilihat respon mereka kalo les nya libur. Aaaaa senang sekali rasanya. Tapi kenapa tetap dilakukan? Karena itu ada tujuannya.
Begitupun dengan pergumulan. Pergumulan kadang (atau seringnya) hadir di situasi yang tidak ideal. Tapi seperti les tadi, anggap ini sebagai les kehidupan anda. Biar bisa naik level dalam kehidupan.

Nah yang berikutnya, jadi apa tujuan pencobaan itu sendiri? Kenapa dia harus ada?
Hmmm.. Mari belajar dari Firman Tuhan masalah ini.
Di Alkitab dalam 1 Korintus 10:12-13  tertulis begini.
‘Sebab itu siapa yang menyangka, bahwa ia teguh berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan jatuh!
Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya. ‘

Ayat ke 13 dengan jelas menyatakan bahwa masalahmu itu biasa loh. Tuhan yang bakal beri kekuatan dan jalan.
Penyebabnya dan bisa jadi jawaban pertanyaan kenapa ini mesti terjadi. Ada di ayat ke 12.
Kalo dengan gamblang saya bisa katakan bunyinya adalah ‘jangan sombong/egois, nanti jatuh’

Tujuannya adalah mengikis ego kita. Orang menganggap ada pergumulan besar itu sebenernya orang yang egois dan sombong. Karena dia merasa besar, bisa, benar. Sehingga ketika keadaan tidak sesuai dengan konsep pemikiran dan jalan hatinya. Ia jatuh dalam pergumulan yang ‘berat’ yang padahal kata Tuhan sendiri itu BIASA.

Belajarlah dari Tuhan. Kenapa Ia bisa katakan biasa. Karena Tuhan dalam rupa Yesus Kristus itu pribadi yang tidak egois.
Dalam kedagingan-Nya sebagai manusia, Ia bisa saja jadi raja Israel bahkan di dunia saat itu. Tapi Ia memilih setia, taat, tidak egois.
Talk to me, apa ada yang pencobaannya sekarang melebihi penyiksaan 2014+ bbrp tahun SM ketika Yesus lahir, kemudian disiksa dan mati disalib? 

Ego itu sifat dasar manusia
Tapi rendah hati, tidak egois, mengasihi, itu bagiannya surga.

By the way. Balik lagi ke tujuan pergumulan itu ada. Kalo menurutku itu ujian kehidupan, untuk mendapatkan berkat Ilahi.
Bahkan Laura Story pun di akhir lagunya menyadari ini.
What if trials in this life, the rain, the storm, the hardest nights are Your mercies in disguise.

Pergumulan adalah berkat yang tersembunyi. Dan sebenernya sudah tersedia di belakangnya.

Jika kalau saja kamu yang baca ini lagi bergumul. Saya juga, setiap orang juga punya. Yakinlah bahwa.
1. Pergumulan ini biasa kok
2. Ada rencana Tuhan dibalik semuanya
3. Tuhan yang mampukan buat bisa lewati
4. Dalam prosesnya, harus belajar untuk melenyapkan ego
5. Trials = Mercies 🙂

So,
The bigger trials come to your life.
The bigger blessing is ready to get. 


Discover more from 1% Spiritual Growth Every Day

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top

Discover more from 1% Spiritual Growth Every Day

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading