Dalam kehidupan, ada saatnya kita perlu melakukan reset.
HP mulai lambat → kita restart.
Komputer bermasalah → kita reset.
Rutinitas berantakan → kita mulai ulang.
Begitu juga kehidupan rohani. Kadang bukan Tuhan yang jauh dari kita. Kitalah yang perlahan-lahan menjauh dari Tuhan.
Kita masih beribadah, tetapi kehilangan gairah.
Masih berdoa, tetapi hanya ketika membutuhkan sesuatu.
Masih melayani, tetapi hati mulai lelah.
Masih terlihat baik di luar, tetapi hati kita semakin jauh.
Dan mungkin hari ini Tuhan sedang berkata: “Sudah waktunya reset. Kembali kepada-Ku.”
1. RESET — SADARI KETIKA KITA MULAI MENJAUH
Ratapan 3:40 berkata:
“Marilah kita menyelidiki dan memeriksa hidup kita…”
Reset dimulai dengan kejujuran.
Kita harus berani bertanya:
Bagaimana hubungan saya dengan Tuhan akhir-akhir ini?
Apakah saya masih menikmati firman Tuhan?
Apakah doa masih menjadi kebutuhan atau hanya kewajiban?
Apakah saya melayani Tuhan karena mengasihi-Nya atau hanya karena rutinitas?
Sering kali masalah terbesar bukan karena kita jatuh dalam dosa besar.
Kadang kita hanya terlalu sibuk untuk Tuhan. Sehingga tidak lagi merasa penting untuk bersama-Nya.
Kita tidak meninggalkan Tuhan dalam satu hari. Kita menjauh sedikit demi sedikit.
2. RESET — KEMBALI KE HAL YANG PALING UTAMA
Ratapan 3:40 melanjutkan:
“…dan berpaling kepada TUHAN.”
Perhatikan: bukan hanya memeriksa, tetapi berpaling.
Menyesal saja tidak cukup, menyadari saja tidak cukup, Kita harus kembali.
Ini adalah panggilan untuk reset rohani.
Kembali kepada doa.
Kembali kepada firman.
Kembali kepada penyembahan.
Kembali kepada pertobatan.
Kembali kepada kasih kepada Tuhan.
Bukan kembali kepada aktivitas agama.
Tetapi kembali kepada pribadi Tuhan.
Hari ini mungkin bukan hari untuk membuat resolusi besar.
Mungkin ini adalah hari untuk melakukan satu hal sederhana:
Kembali kepada Tuhan.
Reset bukan berarti masa lalu tidak pernah terjadi.
Reset berarti: “Saya tidak mau terus berjalan ke arah yang salah.”
Jika hari ini kita sadar bahwa hati kita mulai jauh dari Tuhan, jangan malu untuk kembali.
Tutup mata dan katakan dalam hati:
“Tuhan, aku mau kembali pada-Mu, pulihkan aku,
Karena selalu ada jalan pulang ketika kita memilih untuk kembali kepada Tuhan.
Discover more from 1% Spiritual Growth Every Day
Subscribe to get the latest posts sent to your email.