Pernahkah kita punya kerinduan untuk bersaksi tentang Tuhan tapi kita bingung mau mulai dari mana. Kita merasa kurang bisa berkata-kata, kurang tau alkitab, kurang rohani.
Petrus adalah seorang nelayan, golongan yang kurang berpendidikan, dan tentu pasti bukan orang yang “pintar” secara teologi. Petrus beda dengan Paulus yang memang orang terdidik. Makanya kita bisa melihat karya tulisan Paulus lebih banyak daripada rasul lain di Perjanjian Baru.
Tapi kalau kita baca dan renungkan bagaimana Petrus berkotbah, bahkan ini adalah kotbah perdana Petrus setelah pencurahan Roh Kudus. Di Kisah Para Rasul 2:14-41 perikop di Kotbah Petrus dikatakan bagaimana dia memberikan kesaksian tentang Kristus.
Isi kotbahnya sederhana, tapi dipenuhi hikmat dari Roh Kudus. Dia bersaksi tentang Yesus, segala yang diperbuatnya selama pelayanan bersama, bagaimana Yesus menang atas maut, bagaimana Dia bangkit dan naik ke sorga.
Apa yang dikisahkan Petrus adalah kesehariannya bersama Yesus, yang penuh kuasa, menyembuhkan, memulihkan, Yesus yang mati dan bangkit bagi setiap kita. Terlepas dari dia mengutip nubuatan nabi Yoel dan mazmur Daud, apa yang dikatakan Petrus adalah pengenalan akan Yesus. Dan impact nya, 3000 orang percaya Yesus. Sebuah pernyataan iman dari seseorang yang tidak fasih lidah, yang diurapi dan dipakai Tuhan.
Ketika kita mau bersaksi, ceritakanlah kebaikan Tuhan dalam hidup kita, kita dengan segala masa lalu kita dipulihkan dan dilayakkan untuk ngomong kebaikan Tuhan. Tuhan yang tetap setia walau disaat kita tidak setia.
Bersaksilah dengan cara yang paling sederhana, ceritakan apa yang Tuhan buat dalam hidupmu, dan bagaimana Tuhan bisa memulihkan orang lain melalui kesaksian kita.
Selamat menjadi saksi Kristus. Tuhan memberkati dan mengurapi kita semua.
Discover more from 1% Spiritual Growth Every Day
Subscribe to get the latest posts sent to your email.