Ada sebuah pertanyaan untuk kita semua, sudah berapa lama Anda menjadi orang Kristen?
Mungkin lima tahun.
Sepuluh tahun.
Dua puluh tahun.
Bahkan mungkin sejak Anda masih kecil.
Sekarang izinkan saya mengajukan pertanyaan kedua, yang mungkin sedikit lebih sulit dijawab.
Apakah hari ini Anda merasa lebih dekat kepada Tuhan dibandingkan satu tahun yang lalu?
Saya tidak bertanya seberapa sering Anda pergi ke gereja.
Saya juga tidak bertanya berapa banyak ayat Alkitab yang sudah Anda hafal, berapa lama Anda melayani, atau berapa kali Anda menghadiri konferensi rohani.
Saya hanya ingin bertanya tentang satu hal yang paling mendasar:
Bagaimana hubungan Anda dengan Tuhan hari ini?
Pertanyaan itu terdengar sederhana, tetapi jawabannya sering kali tidak mudah.
Banyak orang mengasihi Tuhan, tetapi merasa hubungannya dengan Tuhan tidak lagi sedekat dulu.
Ada yang masih setia melayani, tetapi diam-diam kehilangan sukacita.
Ada yang tetap beribadah setiap minggu, tetapi doa-doanya terasa hambar.
Ada yang masih membaca Alkitab, tetapi hanya sekadar memenuhi kewajiban.
Mungkin Anda pernah berada di titik itu.
Atau mungkin… Anda sedang mengalaminya sekarang.
Dulu saya berpikir bahwa orang yang dekat dengan Tuhan adalah orang yang memiliki pengalaman rohani yang luar biasa. Berkotbah di KKR besar, menyanyi dan menyembah dengan penuh ekspresi, bahkan yang doanya selalu dijawab Tuhan.
Saya membayangkan mereka selalu memiliki doa yang panjang, iman yang tidak pernah goyah, dan kehidupan yang hampir tanpa kegagalan.
Namun semakin lama saya berjalan bersama Tuhan, saya menemukan sesuatu yang berbeda.
Ternyata orang-orang yang paling dewasa secara rohani bukanlah mereka yang selalu mengalami pengalaman yang spektakuler.
Mereka adalah orang-orang yang tetap datang kepada Tuhan… setiap hari.
Mereka tetap membuka Alkitab ketika hati sedang lelah.
Mereka tetap berdoa ketika tidak menemukan kata-kata yang indah.
Mereka tetap memilih taat ketika tidak ada seorang pun yang melihat.
Mereka tetap percaya ketika jawaban doa belum datang.
Mereka terus melangkah.
Sedikit demi sedikit.
Hari demi hari.
Dan tanpa mereka sadari, langkah-langkah kecil itu telah membawa mereka menjadi pribadi yang semakin serupa dengan Kristus.
Di situlah saya mulai memahami sesuatu yang sederhana, tetapi mengubah hidup saya.
Tuhan tidak pernah meminta saya bertumbuh secara instan. Dia hanya mengundang saya berjalan bersama-Nya setiap hari.
Hari ini, saya ingin sedikit lebih dekat kepada Tuhan daripada kemarin.
Mungkin hanya satu doa yang lebih jujur.
Satu ayat yang direnungkan lebih dalam.
Satu keputusan untuk mengampuni.
Satu tindakan ketaatan.
Satu momen untuk berhenti sejenak dan berkata,
“Tuhan, aku ingin mengenal-Mu lebih lagi.”
Mungkin langkah itu terlihat kecil.
Tetapi sering kali, justru langkah-langkah kecil itulah yang Tuhan pakai untuk mengubah seluruh arah hidup seseorang.
Mari kita memulai perjalanan ini bersama.
Discover more from 1% Spiritual Growth Every Day
Subscribe to get the latest posts sent to your email.